Cerita Sex Kau Yg Minta Aku Yg Tersiksa (Enakkk) Temanku Yg Berhijab – Part 10

Cerita Sex Kau Yg Minta Aku Yg Tersiksa (Enakkk) Temanku Yg Berhijab – Part 10by adminon.Cerita Sex Kau Yg Minta Aku Yg Tersiksa (Enakkk) Temanku Yg Berhijab – Part 10Kau Yg Minta Aku Yg Tersiksa (Enakkk) Temanku Yg Berhijab – Part 10 Nur yang masih belum bisa berjalan sempurna akibat kejadian itu, akhirnya ku rangkul tangannya kepundakku agar ia bisa sedikit mudah untuk melangkah.. sesampainya dirumah Nur, aku mengucapkan terimakasih yg amat dalam, karna dengan bantuannya kini Deni sudah terlihat bahwa ia bukanlah pria […]

sJdEfoz1NJ sHrHygHWQO sgEzq7X8dv

Kau Yg Minta Aku Yg Tersiksa (Enakkk) Temanku Yg Berhijab – Part 10

Nur yang masih belum bisa berjalan sempurna akibat kejadian itu,
akhirnya ku rangkul tangannya kepundakku agar ia bisa sedikit mudah untuk melangkah..

sesampainya dirumah Nur, aku mengucapkan terimakasih yg amat dalam, karna dengan bantuannya kini Deni sudah terlihat bahwa ia bukanlah pria baik baik, yg seperti Gadis bayangkan selama ini ..
“Gue ga bisa balas jasa lo Nur, gw cuma bisa bilang terimakasih” ungkapku kepada Nur dengan tulus..
kemudian Nur hanya tersenyum manis kepadaku, sambil mengucap
“mungkin aku juga gabakal tau kalo Deni itu bukan pria baik baik karna Adit, dan Adit pun tau Deni seperti itupun karna kamu juga saat itu, iya kan?”

perasaanku sangat bahagia saat Nur berkata seperti itu, memang ini semua sudah rencana Tuhan yg sudah tak bisa di hindari..

kemudian aku pamit pulang kepada Nur dan Adit, dengan hati yg sangat cerah.. berharap agar hati ini semakin cerah dengan alami seperti air yg terus mengalir..

sesampainya di kontrakan..
Baru saja masuk ke kontrakan aku sudah di panggil oleh mba Yeni tetangga sebelah yg waktu itu pernah ku intip saat dy mandi,

rupanya ia minta tolong kepadaku untuk mengantarkannya ke Terminal ..
aku sedikit kaget, karna tak biasanya ia pergi tak diantarkan suaminya..
lantas aku kembali mengenakan Jaket dan helm yg baru saja ku lepas..

Diperjalanan aku agak canggung ingin menan

yakan ia ingin kemana..
namun tetap kuberanikan diri untuk bertanya kepadanya,
ternyata ia ingin menengok saudaranya di kampung yg sakit keras..
hampir saja aku salah duga, kukira ia sedang ribut dalam rumah tangga, ternyata tidak ..

setelah kuantarkan mba yeni ke terminal .. aku langsung pulang dan mandi ..

dikamar mandi sesaat terkadang aku teringat hal barusan mengantar mba Yeni ke Terminal,

jelas,……. terasanya aku nikmati dorongan kenyal toket mba Yeni,
yg seakan menggodaku untuk membangkitkan sukma ..
semakin terasa kuat pegangan tangannya ke pinggangku saat ku tancap laju motor kearah 70km/H dan semakin terasa pula gencetan toket ke arah belakangku yg makin tak kuasa ingin ku lumat dan remas habis ..
“ahhhhhh ohhhh mba Yeni mba Yeni” mulai berpikir jorok,
“ahhhh …. saatnya nyabun .. hehehe”

keesokan harinya ..

sepulang kerja , saat aku sedang merebahkan badan yg begitu capek, dengan beban yg begitu menumpuk,

Gadis menelponku, …
namun tak ku angkat ..
lalu ia menelpon lagi, kemudian tak kuangkat lagi , hingga 5x kejadian itu berulang ..

sengaja ku lakukan karna kekecewaanku kepadanya dan aku ingin membuktikan kata2 ke kesalanku di sms yg ku kirim kepada Gadis saat itu,

pagi harinya pun ia menelponku lagi, namun hal sama sengaja ku lakukan ..
terus dan terus ..

mungkin ia jenuh dan bosan, sehingga keesokan malamnya ia mendatangiku,
namun tak ku bukakan pintu ..

sekitar jam 9 malam ia mengetuk dan memanggilku dari balik pintu,
aku tau ia adalah Gadis , terdengar jelas suara nya itu yg memanggil manggilku ..

namun sengaja aku tetap diam diruang tengah ..
15 menit berlangsung, ia terus saja memanggilku ..
“aku tau kamu di dalem Ru, please bukain dulu pintunya aku mau ngomong” teriak Gadis memelas ..
namun aku tetap saja diam ..
hingga pada akhirnya dia pulang dengan membawa kekecewaan ..

tak lama Gadis pulang ada sebuah panggilan di hp ku, namun nomor itu nomor yg belum aku ketahui,
pikirku ini adalaah Gadis yg sengaja ia menggunakan nomor lain agar telpon nya diangkat oleh ku ..

“siapa nih ya kira2 ?? , kalau sampe gw angkat tapi suaranya Gadis , langsung matiin aja lah” benakku ..

namun setelah ku angkat ternyata suara cowok, dan sepertinya suara ini tak asing bagiku ..

benar saja, ia adalah Deni
“dia dapet nomor gw dari mana ya?” pikir di benakku agak bingung ..

ternyata maksud ia menelpon itu ingin mengajakku Rifal ..

“Kalau lo emang punya kontol jangan sampe ga dateng besok!” Ucap Deni

dia ingin mengajakku bertanding di sebuah tempat bangunan rusak yg amat sepi ..
dengan amarah membara, kuterima ajakkannya dengan tegas esok malam ..

Keesokan harinya ..

Nafsu kesal kuat makin membakar jiwaku diperjalaanan pulang kerja ,

tanpa pulang kerumah aku langsung ke tempat yg sudah kami sepakati untuk Rival,
dan tidak membutuhkan waktu lama untukku menemukan bangunan tua itu,

turun dari motor kulangkangkahkan kaki pasti, untuk mencari Deni,
baru beberapa saat ku kelilingi bangunan ini,
terlihat Deni sedang duduk manis melihat kearahku dan lantas berdiri,
menepuk kan tangan seolah menyalami dgn meledekku..
“wuihh ternyata nih tikus punya nyali juga buat kesini hahaha” ucap deni yg meremehkanku..
aku diam dan samakin memandang bengis kepada Deni..

“gimana jing udah siap?” tanya Deni kepadaku..
aku tak menjawabnya,
aku hanya diam dan melepas bajuku hingga mengenakan singlet berwarna hitam..
“wuihhh lepas baju, body lu keren juga bro keker tapi bisa nonjok ga ya kira2?? hahahaha” (ucap Deni yg semakin meledek)

akhirnya gw berkata..
“gw punya aturan maen, kalo gw kalah lo bebas nyuruh gw apa aja dan lo bebas buat ngedeketin Gadis lagi, terserah lu mau apain aja Gadis, tapi kalo loe kalah, gw hanya minta 1 .. lu harus Jujur ke Gadis, siapa lo yg sebenarnya..”

“hmmm okk siap, anjing kecil” ucap Deni..
setelah mengatakan itu Deni langsung berlari kearahku dengan mengepalkan tangannya yg siap untuk menonjokku,

Aku sudah siap dengan serangan Deni, dgn hembusan nafas tenang yg ku atur hingga menghasilkan kekuatan tenaga dalam, dengan optimasi yg tepat dan kuda2 kokoh kuat tertancap..
sebelum sebelumnya aku memang belum menceritakan bahwa aku adalah seorang murid yg dulunya sering ikut belajar ilmu bela diri semenjak smp,
bermacam macam ilmu bela diri sempat ku kuasai hingga perpadukan menjadi satu, seperti silat, twekondo, yudo, karate, kungfu hingga memoelajari ilmu kebatinan dgn pusat titik hati dan pernafasan sebagai ilmu tenaga Dalam.. namun di cerita ini belum pernah ku ceritakan dan ku keluarkan ilmu bela diri yg sudah tertanam di tubuhku..

sebuah pukulan berhasil mendarat di pipiku, yg membuat Deni sangat senang, dan ia melanjutkan pukulannya hingga 3x terus mengenaiku..
namun yg keempat x nya, kutahan tangannya Deni sambil melintir kuat hingga ia meringis kesakitan..

“Udah puas, mukulin anjing kecil?”
ucapku sambil melintir tangannya,

“aaaaaaa” Deni hanya bisa berteriak

“sekarang boleh kan Anjingnya mukul, happppp,….
ku tahan nafasku sejenak, lalu ku gerakan agak sedikit maju kuda2 kaki kananku sementara kuda2 kaki kiriku mundur,
ku kumpulkan sebuah aliran otak yg mengandung kekecewaan dan kekesalanku kepada Deni untuk menanambah sebuah Energi kuat yg ku alirkan ke urat saraf dan mengalir lagi ke otak dan kusalurkan hingga menjadi sebuah kekuatan untuk mengayunkan tangan ku dengan mengepal kuat padat berisi dan penuh energi dgn dorongan Marah yg kuat terkendali hingga mendaratlah tanganku tepat di perut Deni..

“aaaaaaaaaaaa” jeritan Deni yg sangat kuat dan sakit, sambil terpental jauh dan tertahan oleh tembok2 yg runtuh di bangunan tua ini,

aku sedikit kaget, setelah Deni terkapar ada 4 orang temannya yg muncul,
dari sela sela tembok bangunan runtuh ini,
lalu mereka ber 4 langsung menyerangku tanpa basa basi dan aba aba secara bersamaan..

dengan posisi sigap dan siap aku lumpuhkan mereka satu persatu dengan ambisi yg masih berkobar hebat..
ku kerahkan segala kekuatan dan keahlianku dalam mengolah bela diri dan pernafasan tenaga dalam..
yakin dan berani, itu yg menjadi motivasiku saat ini..
dan tak sampai 5mnt mereka semua berhasil kukalahkan dan ku kaparkan tak berdaya..

mengalahkan mereka semua bukan membuat aku iba dan lelah, tapi makin ganas, bak singa lapar yg sedang mengejar banteng..

kuberjalan keras mendatangi Deni yg masih terkapar dan merintih kesakitan ..
“Ehh bajingan, matinya ntar aja .. lo belum nepatin janji kesepakatan kita” ucapku sambil menjenggut rambutnya,
Lalu kuseret kasar ia keluar bangunan tua

Author: 

Related Posts